Langsung ke konten utama

PROBABILITAS




Probabilitas
adalah cabang matematika yang mempelajari peluang suatu peristiwa terjadi. Probabilitas sering digunakan dalam berbagai bidang seperti statistik, sains, bisnis, dan bahkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membuat keputusan berdasarkan ketidakpastian.

Konsep Dasar Probabilitas

  1. Ruang Sampel (Sample Space, SS)
    Ruang sampel adalah himpunan semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan.
    Contoh: Dalam pelemparan dadu, S={1,2,3,4,5,6}S = \{1, 2, 3, 4, 5, 6\}.

  2. Peristiwa (Event, EE)
    Peristiwa adalah himpunan bagian dari ruang sampel yang mewakili hasil-hasil tertentu.
    Contoh: Peristiwa mendapatkan bilangan genap pada dadu, E={2,4,6}E = \{2, 4, 6\}.

  3. Probabilitas Suatu Peristiwa (P(E)P(E))
    Probabilitas suatu peristiwa adalah ukuran peluang terjadinya peristiwa tersebut, dan dinyatakan sebagai:

    P(E)=Jumlah kejadian yang mendukung peristiwa EJumlah semua hasil dalam ruang sampelP(E) = \frac{\text{Jumlah kejadian yang mendukung peristiwa } E}{\text{Jumlah semua hasil dalam ruang sampel}}

    Nilainya selalu berada di antara 0 dan 1 (0P(E)10 \leq P(E) \leq 1).

Sifat-Sifat Probabilitas

  1. Probabilitas suatu peristiwa pasti (SS): P(S)=1P(S) = 1.
  2. Probabilitas peristiwa yang tidak mungkin: P(E)=0P(E) = 0.
  3. Jika AA dan BB adalah peristiwa saling eksklusif, maka: P(AB)=P(A)+P(B)P(A \cup B) = P(A) + P(B)

Contoh Kasus

Contoh 1: Lempar Koin

  • Ruang sampel: S={H,T}S = \{\text{H}, \text{T}\} (H = kepala, T = ekor).
  • Probabilitas mendapatkan kepala: P(H)=12P(\text{H}) = \frac{1}{2}

Contoh 2: Mengambil Kartu

  • Ada 52 kartu dalam satu dek. Probabilitas mengambil kartu As: P(As)=452=113P(\text{As}) = \frac{4}{52} = \frac{1}{13}

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PECAHAN BIASA DAN PECAHAN CAMPURAN

Salah satu diantara bentuk bilangan adalah bilangan pecahan biasa dan campuran. Pecahan biasa dibagi menjadi 2, pecahan biasa murni dan pecahan biasa tak murni. Pecahan biasa murni dapat ditulis dengan bentuk a/b (dibaca “a” per “b”) dengan a kurang dari b dan a sama b adalah bilangan bulat. Sedangkan pecahan biasa tak murni dapat ditulis a/b   (dibaca “a” per “b”) dengan b lebih besar dari a, dimana a dan b adalah bilangan bulat. Bilangan 2/3 , dapat dikatakan bahwa bilangan itu adalah bilangan pecahan murni, karena 2 lebih kecil dari tiga dan 2 dan 3 merupakan bilangan bulat positif. Bilangan 3/2 dapat disebut bilangan pecahan tak murni. Pecahan campuran adalah bilangan yang berbentuk a b/c ( dibaca “a”, “b” per “c”) dengan a, b, dan c adalah merupakan bilangan bulat dengan b kurang dari c.   Contoh bilangan pecahan campuran: 3 ½ , 4 ½. Jika kita memotong buah semangka 5 potongan sama besar. Tiap potongan semangka akan dinilai 1/5 bagian dari keseluruhan. De...

BILANGAN RASIONAL DAN IRASIONAL

Kali ini saya coba menulis tentang bilangan rasional dan irrasional. Bilangan rasional itu anggotanya lebih banyak daripada bilangan bulat, tetapi lebih sedikit dari bilangan real. Bilangan rasional dapat dinyatakan dalam bentuk a/b (dibaca a per b) dengan a dan b masing-masing bilangan bulat dan b ≠ 0. Contoh bilangan rasional yaitu ½, ¾, dan seterusnya. Bilangan irasional adalah bilangan riil yang tak bisa dibagi (hasil baginya tidak pernah berhenti). Bilangan irasional tidak bisa dinyatakan sebagai a/b, dengan a dan b sebagai bilangan bulat dan b tidak sama dengan nol. Contoh yang paling populer dari bilangan irasional adalah bilangan π, √2, dan bilangan e. Bilangan π yang sebenarnya adalah      = 3,1415926535.... atau      = 3,14159 26535 89793 23846 26433 83279 50288 41971 69399 37510... Untok menghemat memperseingkat tulisannya, maka ditulislah bilangan π menjadi 3,14. Untok bilangan √2:     = 1,4142135623730950488...

PEUBAH ACAK

Peubah acak atau variabel acak adalah konsep fundamental dalam probabilitas dan statistika. Peubah acak merupakan fungsi yang memetakan hasil dari sebuah eksperimen acak ke suatu bilangan riil. Hasil tersebut didasarkan pada ruang sampel yang mencakup semua kemungkinan hasil eksperimen. Jenis Peubah Acak Peubah Acak Diskret Nilainya terbatas atau dapat dihitung. Contoh: Jumlah kepala dalam tiga lemparan koin (0, 1, 2, atau 3). Didukung oleh fungsi massa probabilitas (Probability Mass Function/PMF). Peubah Acak Kontinu Nilainya mencakup semua angka dalam rentang tertentu. Contoh: Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas (bisa 5.3, 5.35, dst.). Didukung oleh fungsi densitas probabilitas (Probability Density Function/PDF). Notasi Peubah acak sering dinyatakan dengan huruf kapital seperti X X X , Y Y Y , atau Z Z Z . Nilai yang mungkin diambil oleh peubah acak dinyatakan dengan huruf kecil seperti x x x atau y y y . Karakteristik Utama Distribusi Probabilitas Menjelaskan bagaim...